Sereal dan Langit Malam


Angin malam hari ini seperti malas menarikan dirinya untuk menyapa Bumi, meskipun langit telah menunjukkan kelabunya dengan megah. Akhir pekan kali ini kuhabiskan bersama sahabat dekatku dengan camping diluar rumah, ditengah lapangan rumput hijau ditepi pantai dengan tenda dan lampu kecil yang menjadi sumber cahaya ditengah gelapnya malam itu.
Dengan tujuan yang sama yakni melepaskan segala beban dan penat setelah lelah dengan semua aktivitas dan tugas yang tak pernah usai, kami mengistirahatkan diri dari semua hiruk pikuk kota dan dunia, healing to make up yourself.
Barbeque menjadi salah satu agenda wajib malam itu, dengan membawa kompor portabel dan bahan - bahan yang kami bawa masing - masing lalu dikumpulkan. Tak luput pula permainan kecil kami adakan, seperti kartu UNO dan ABC 5 Dasar. Sederhana memang, tapi terasa amat sangat hangat.
Akhirnya ku putuskan untuk menyalakan api unggun kecil, tepat ditengah malam. Tujuanku agar sumber cahaya lebih banyak, lagipula angin malam mulai datang dan menusuk kulit.
Satu - persatu dari kami memasuki tenda karena kantuk yang mulai menguasai tapi tidak denganku. Rasanya sayang untuk melewatkan momen ini dengan memejamkan mata barang sedetik.
Menikmati diri dengan alam tanpa batas sejauh mata memandang hanya hamparan rumput hijau dan lautan yang tak pernah sepi dari lalu lalang kapal yang berlayar atau sekedar singgah.
Melihat hanya aku perempuan yang belum tidur, salah satu sahabatku menawarkanku segelas sereal hangat sekalian bersama mereka yang juga sedang berencana menyeduh kopi. Tak banyak yang kami lakukan setelahnya, hanya aku yang diam bersama semua pikiranku dan mereka para laki laki yang sibuk bermain game online dengan smartphone mereka.
Tak lama salah satu sahabat perempuanku bangun dan menyusul keluar tenda bersamaku, tidak bisa tidur katanya. Kemudian ia memutuskan ikut begadang bersamaku dan yang lain.
Obrolan pun mulai terjadi dari bahasan ringan hingga obrolan yang berat pun menjadi pengisi malam yang panjang itu. Mereka yang sudah tidur pun beberapa kali terbangun dan ikut bergabung. Ada yang tiba tiba merasa lapar lalu memutuskan memasak mie instan, adapula yang ingin pergi ke kamar kecil, ada yang membuka laptop untuk menonton dan mengusir rasa bosan.
Hingga pagi mulai datang dan fajar mulai menunjukkan dirinya, mataku tak kunjung terlelap dan aku bukanlah satu satu nya orang yang tidak tidur malam itu, ada satu sahabat perempuan dan satu laki laki yang ikut menemaniku.
Satu persatu dari mereka mulai bangun dan memasak untuk sarapan, ada yang langsung ke pantai untuk mandi mandi atau sekedar bermain dan ada aku yang masih duduk ditempat yang sama seperti malam tadi memperhatikan sekelilingku, merekam setiap momen kecil seperti tak ingin waktu ini usai.
Matahari mulai semakin naik dan panas nya mulai menyapa dengan kuat, kami putuskan untuk mandi dan beres beres untuk berkeliling dan berfoto sebelum kembali pulang.
Semua terasa hangat melekat di memoriku, keputusanku untuk tidak tidur malam itu ternyata sangat berarti untukku, untuk menenangkan dan menyelamatkanku dari segala hal berat yang berkecamuk di dalam diri. Meskipun tidak hilang, tapi setidaknya ia mulai berkurang.

Terima kasih untuk waktunya, terima kasih untuk semuanya.
Terima kasih telah menyelamatkanku dan membiarkanku sadar bahwa dunia yang kuhadapi itu luas dan aku tidaklah sendirian.
Mari kita berjumpa di agenda yang berkesan selanjutnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

pelita yang gulita

eerst